ULANDA.ID — Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki, mendorong Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail untuk memberikan perhatian serius terhadap wilayah Bone Pesisir, Kabupaten Bone Bolango, yang kerap terdampak banjir dan longsor.
Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-32 DPRD Provinsi Gorontalo yang membahas Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025, Senin (14/7).
Dalam forum resmi tersebut, Femmy menyoroti kecenderungan kunjungan kerja gubernur yang lebih banyak dilakukan ke wilayah barat seperti Kabupaten Pohuwato, Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo.
“Bone Pesisir butuh perhatian. Hampir semua desa di sana rawan banjir, dan warga hidup dalam kecemasan saat musim hujan,” kata Femmy di hadapan Gubernur Gusnar Ismail.
Femmy menyampaikan salah satu contoh kondisi darurat yang terjadi di Desa Olele, di mana ruas jalan mengalami longsor meskipun tidak terjadi hujan lebat. Hal itu disebutnya sebagai indikator serius perlunya percepatan penanganan bencana di kawasan pesisir.
“Kalau tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas. Selain mengganggu akses transportasi warga, ini juga berdampak langsung pada ekonomi lokal,” ujarnya.
Upaya komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) telah dilakukan oleh Femmy, namun ia mengaku belum memperoleh respons yang konkret.
Ia menilai bahwa kehadiran langsung gubernur di lokasi terdampak dapat mempercepat respon dari instansi teknis, termasuk dari BWS.
“Kalau Gubernur datang langsung, biasanya instansi teknis seperti Balai Sungai akan bergerak lebih cepat,” ujar Sekretaris DPW PAN Provinsi Gorontalo itu.
Femmy berharap agar agenda kunjungan kerja Gubernur ke depan dapat dilakukan secara lebih merata, tidak hanya ke daerah-daerah yang selama ini mendapat prioritas.
Menurutnya, Bone Pesisir merupakan salah satu wilayah dengan kerentanan tinggi terhadap bencana alam, namun belum mendapatkan perhatian yang sepadan dari pemerintah provinsi.
“Kami ingin ada pemerataan. Masyarakat Bone Pesisir juga bagian dari Gorontalo dan mereka menunggu kepedulian dari pemimpinnya,” tutupnya.