ULANDA.ID – Suasana siang di kawasan pertokoan Jalan S Parman, Kelurahan Biawo, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, mendadak mencekam pada Jumat (15/8/2025) sekitar pukul 14.30 WITA. Dua pria terlibat duel di tengah jalan, membuat warga sekitar panik sekaligus berkerumun menyaksikan.
Salah satu dari mereka mengalami luka serius pada bagian bahu dan punggung akibat sabetan senjata tajam. Rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan keduanya saling serang, satu menggunakan parang dan satunya lagi mengandalkan helm sebagai alat perlindungan sekaligus serangan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula ketika kedua pria itu berpapasan di dekat kompleks Karsa Utama Mall. Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku menghantam wajah lawannya dan langsung melarikan diri. Tak terima, pria yang dipukul mengambil senjata tajam lalu mengejar pelaku hingga keduanya terlibat baku hantam di pinggir jalan.
Sejumlah saksi mata mengatakan perkelahian tersebut berlangsung sangat cepat. “Tiba-tiba saja sudah saling serang. Orang-orang di sekitar hanya bisa menonton karena takut melerai,” ujar salah seorang warga.
Korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, pihak kepolisian dari Polresta Gorontalo bergerak cepat mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat.
Kepolisian juga tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan memeriksa rekaman video yang beredar sebagai bahan penyelidikan. Hingga saat ini, motif perkelahian masih didalami.
Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat warga Kota Gorontalo karena terjadi di area publik yang ramai. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Insiden duel bersenjata di kawasan pertokoan Kota Gorontalo ini menambah daftar kasus kekerasan jalanan yang meresahkan warga. Kejadian pada 15 Agustus 2025 tersebut memperlihatkan pentingnya peningkatan patroli keamanan di titik-titik rawan konflik.
Pihak kepolisian diharapkan memperketat pengawasan, terutama di area pusat perbelanjaan, guna mencegah aksi serupa terulang. Masyarakat juga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda keributan agar dapat dicegah sebelum menimbulkan korban.