ULANDA.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bertindak cepat menanggapi viralnya video yang memperlihatkan makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga tercemar ulat di SMA Negeri 1 Telaga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah tersebut dan dapur MBG yang berlokasi di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga.

Dalam kunjungan itu, Sugondo didampingi Kepala Bagian Protokol Setdakab Gorontalo, Helmi Daud, dan langsung bertemu dengan pihak sekolah. Penanggung jawab program MBG di SMA 1 Telaga, Nining Latif, membenarkan adanya kejadian tidak higienis pada makanan yang dibagikan kepada siswa.
“Sudah tiga kali ditemukan ulat dalam makanan selama Agustus ini. Satu ulat masih hidup, dua lainnya sudah mati,” ungkap Nining.

Diduga, ulat berasal dari buah rambutan dan sayur kacang panjang yang menjadi bagian dari menu makan siang siswa. Pihak sekolah mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke koordinator MBG wilayah Telaga.

Sekda Gorontalo kemudian bergerak menuju Dapur Mitra MBG untuk menelusuri lebih lanjut. Dari penjelasan ahli gizi SPPG Telaga, Nurinda Lihawa, pihak dapur mengakui adanya kelalaian dalam proses penyortiran bahan makanan.
“Kami segera hentikan penggunaan rambutan dan kacang panjang untuk sementara. Evaluasi menyeluruh juga dilakukan bersama tim dapur,” jelas Nurinda.
Sugondo menyatakan sidak ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga mutu pelaksanaan program MBG yang merupakan program prioritas nasional dari Presiden Prabowo Subianto.
“Program ini penting bagi masa depan anak-anak kita. Jangan sampai kesalahan kecil mencoreng program strategis ini,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan terhadap mitra penyedia MBG, termasuk Yayasan Rumah Nurul Ilmi selaku pengelola di wilayah Telaga.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo, kata Sugondo, dalam waktu dekat akan mengundang Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Gorontalo untuk berkoordinasi dan memperkuat pengawasan pelaksanaan program MBG.
“Kami ingin setiap dapur MBG benar-benar memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Ini menyangkut kesehatan siswa,” pungkasnya.