ULANDA.ID – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Gorontalo Utara tinggal menghitung hari, tepatnya pada 19 April 2025. Namun, hingga empat hari menjelang hari pencoblosan, dana dari Pemerintah Provinsi Gorontalo belum juga dicairkan, sehingga menimbulkan sorotan tajam dari legislatif daerah.
Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo mendesak Pemprov segera merealisasikan anggaran agar tahapan PSU tidak terhambat.
“PSU tinggal beberapa hari lagi, sementara dana dari Pemprov belum juga turun. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan,” tegas Femmy Udoki, anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (15/4/2025).
Menurut hasil monitoring Komisi I, dana yang telah dicairkan baru mencakup Rp3 miliar untuk KPU, Rp500 juta untuk Bawaslu, dan Rp300 juta untuk pengamanan. Padahal, total kebutuhan PSU mencapai Rp9,2 miliar, terdiri dari Rp6 miliar yang ditanggung Pemkab Gorontalo Utara dan Rp3,2 miliar dari Pemprov.
“Dari Pemkab Gorut sudah ada sebagian dana yang masuk. Tapi dari Pemprov belum ada realisasi sama sekali,” ungkap Femmy.
Ia menekankan, anggaran tersebut sangat mendesak untuk membiayai pembangunan TPS, distribusi logistik, hingga persiapan petugas adhoc.
“Kalau dana tidak segera cair, penyelenggara di lapangan akan kesulitan menjalankan tugasnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo Sukril Gobel menjelaskan bahwa anggaran PSU masih dalam tahap pembahasan bersama DPRD Provinsi.
“Provinsi menanggung Rp3,2 miliar dari total Rp9,2 miliar. Saat ini masih dibahas bersama DPRD,” ujar Sukril.
Ia menyebutkan, Pemprov telah meminta agar kebutuhan awal PSU dapat lebih dulu ditanggulangi Pemkab Gorontalo Utara melalui anggaran Rp6 miliar yang telah dialokasikan.
“Sekda Provinsi berharap kebutuhan mendesak bisa ditangani Pemkab Gorut sambil menunggu pembahasan rampung. Minggu lalu, kami juga sudah menyalurkan Rp1,3 miliar yang dipakai untuk pencetakan kertas suara,” jelasnya.
DPRD Provinsi menegaskan, kepastian anggaran PSU harus segera diputuskan agar penyelenggaraan berjalan lancar sesuai jadwal, sekaligus menghindari persoalan baru di lapangan.